Kamis, 30 Maret 2017

engkau yang di surgaNya

Muhammad Nashiruddin Al-Hanif. . .
sebuah nama yang selalu kita rindukan....
ia telah bertemu Rabbnya lebih dahulu...
Rabb telah rindu kepadanya...
sehingga Ia mengambilnya lebih dulu...
terkadang isak tangis ini tak bisa q cegah...
ia membuncah dengan kencang...
menggetarkan hati ini...
aq rindu kepadanya...
yang dahulu aq merasa jauh darinya...
karena tuntutan tholabul ilmi...
aq tak kuasa jika rindu kepdanya...
harus bagaimana aq?
sesosok yang menyadarkanku bahwa hidup itu...tak hanya tertawa dan menangis...
namun menyadarkan ku bahwa perbuatan kita lah yang kan menemani kita kelak...

wahai kakak. . .
disana pasti kau melihat ku
hitam legam dengan beribu dosa...
aq terlihat hina di hadapan Sang Pencipta...
aq selalu berdo'a agar kita dipertemukan di surga kelak...

sampai saat ini pun aq tak pernah tau dimana letak persemayanmu terakhir...
mungkin jika q melihatnya...aq tak kuasa...
aq tak tau keadaan terakhirmu ketika di dunia...
serasa aq menjadi orang palig menyesal atas kepergianmu yang tak di sangka...
pergimu tak hanya sebentar..tapi selamanya...
selamanya dari dunia ini...
berlipat sudahlah penyesalanq...

maafkan aq jika semasa hidupmu q belum mendengar nasihatmu...
maafkan jika aq tak bisa menjadi sesosok sepertimu...
maafkan jika aq tak memberimu banyak kenangan bahagia semasa hidupmu...
aq saat ini hanya bisa menyesal ...menyesal dan menyesal...

aq ingin mengabarkan kepadamu meski kau telah tiada...
bahwa sekarang aq berada di peraduan ilmu yang kau inginkan...
aq berusaha mewujudkan cita-citamu
meski kau tak pernah mendengar suaraq lagi..
meski aq tak bisa menatap wajahmu...
aq bahagia jika kau telah mujahid bagi kami...mujahid di dunia dan surga
do'akan kami agar bertemu denganmu kelak di surga nanti

we love you mas hanif. . .


Sabtu, 25 Maret 2017

surat kecil untuk sahabat

sahabat...
dalam kalut hati ini...
aq rindu akan sosok kalian...
kalian, bintang-bintang setiaku...
yang selalu bersinar...

tapi, untuk saat ini...
aq sangat jauh melihat sinarmu...
bahkan aq tak tau ...
seterang mana sinar cahayamu sekarang...
aq tak tahu sahabat...

langit pun masih satu tujuan untuk qta...
hanya saja aq di sini dan kau di sana...
aq rindu kamu sahabat...
aq ingin mengulang masa itu...
masa saat aq bersamamu...

tapi apalah daya...
waktu telah memvonis kita untuk tidak bersama lagi...
tapi ia masih mengizinkan kita untuk bertemu...
bertemu meski tak sesering dulu...
bercanda,cerita, tangis dan tawa, meski tak semanis dulu...

ya allah...
berikan waktu untuk kita
tuk melukis warna indah kembali...
meski pagi tak disambut matahari...
sore tak disambut senja...
dan malam tak disambut oleh bulan dan bintang...
namun aq berharap...pertemuan kita disambut akan ridho-Mu...

miss you friends...asyroful falah!!!!!!!!!!!
created by: sha_shalma

Sabtu, 18 Maret 2017

suara hati seorang gadis

malam tak pernah berubah wujudnya...
ia selalu saja gelap...
ia selalu kelam...
tapi tahukah engkau?..
di setiap malam selalu ada cahaya yang terang...

suatu ketika...
ada seorang gadis mengadu pada malam...
ia sedang mengalami kesulitan...
kesulitan,ketika ia rindu akan masa lalunya...
ia tak tau bagaimana tawarkan semua rasa itu...

gadis itu merunduk pilu...
ia tak akan pernah menjumpai masa itu lagi...
tapi mengapa bayang masa lalu itu hadir...
ia membuat hatinya layu...
membuat luka lama bangun kembali...

malam...bantulah tenangkan ia...
ia butuh peraduan...
ia tak setegar karang lautan...
ia tak sekokoh menara menjulang...
ia hanya sesosok yang tak bertiang...

semoga ...
ia dan masa lalunya bisa berdamai...
ia bisa melepas kebencian di masa silam...
semoga gadis itu hatinya lunak...
tuk mengikhlaskan masa lalunya...


*sha_shalma*

Minggu, 05 Maret 2017

Setangkai Do'a Untukmu

Wahai engkau jiwa yang damai...
apa kabar engkau?
engkau yang selalu dalam lindunganNya
semoga ridhoNya untukmu selalu...

taukah engkau...
saat ini Sang Rabb ingin kau dekat denganNya...
kau diuji oleh Rabbmu...
dengan satu ujian yang membuatmu sabar...

jangan kau bersedih...
tapi menangis itu tak apa...
khusnudzonlah pada Rabbmu...
ini skenario indahNya untukmu...

mungkin esok,Ia hadirkan kebahagiaan
atas jawaban ujianmu saat ini...
bersabarlah...bertahanlah...
mendekatlah kau pada Rabbmu...

wahai engkau jiwa yang damai...
mungkin kau tak pernah mengerti...
apa makna kata hati ini...
aq hanya berharap kau baik...

maaf jika q pernah membuatmu
tak mengerti...
maaf jika diamku...
tak beralasan...

Semoga alloh memberimu kesembuhan..
semoga engkau selalu tabah...
selalu sabar ...
akan semua rasa sakitmu saat ini...

Senin, 27 Februari 2017

Biografi Hasan Al-Bashri

HASAN AL-BASHRI
oleh: Salma Faizah Arrosyidah 

A.    BIOGRAFI HASAN AL-BASHRI
Beliau adalah Abu Sa’id al-Hasan bin Abil Hasan al-Bashri, salah satu imam tabi’in terkemuka yang ucapan hikmahnya menyerupai perkataan seorang nabi, seorang yang kafah dan rupawan yang telah menghabiskan seluruh umurnya untuk ilmu dan amal.
Nama ayah beliau adalah al-Yasar maula Zaid bin Tsabit radhiallahu ‘anhu sahabat pilihan dan penulis wahyu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sementara itu, ibu beliau adalah Khoiroh maula Ummul Mukminin Ummu Salamah radhiallahu ‘anhu istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Beliau lahir di masa Khalifah Umar bin Khaththab radhiallahu ‘anhu, tepatnya dua tahun terakhir beliau menjadi khalifah.
Kelahiran al-Hasan sangat menggembirakan Ummu Salamah radhiallahu ‘anha bahkan sang ibunda (Khoiroh) menyerahkan kepada Ummu Salamah radhiallahu ‘anha untuk memberikan nama pada anaknya. Ummu Salamah radhiallahu ‘anhu pun memberi nama dengan nama yang beliau senangi, al-Hasan. Ummu Salamah radhiallahu ‘anha begitu sangat mencintai al-Hasan sehingga takala sang ibu keluar untuk memenuhi hajat ummul mukminin, maka beliaulah yang mengasuh, mendiamkan tangisnya bila ia menangis, bahkan ia menyusuinya. Karena besarnya kasih sayang Ummu Salamah radhiallahu ‘anha kepada al-Hasan hingga air susunya keluar membasahi kerongkongannya sehingga Ummu Salamah radhiallahu ‘anha menjadi ibu susuan al-Hasan setelah sebelumnya ia adalah ibu bagi seluruh kaum muslimin. Maka tinggallah ia di bawah kepengasuhan. Ummu Salamah radhiallahu ‘anha salah satu istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang paling banyak ilmunya dan paling banyak meriwayatkan hadis dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kurang lebih sebanyak 387 hadis telah ia hafal dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau adalah seorang wanita yang mampu baca tulis sejak masa jahiliah sehingga al-Hasan kelak akan menjadi seorang pemuda yang gagah, rupawan, dan pemberani yang akan mewarisi warisan nubuwwah berupa ilmu dan amal.
Demikian pula kegembiraan itu tampak pada keluarga Zaid bin Tsabit radhiallahu ‘anhu karena al-Yasar adalah orang yang sangat ia cintai.
Setelah al-Hasan mencapai usia baligh, ia dan keluarganya pindah ke Bashrah sehingga ia dikenal sebagai al-Hasan al-Bashri.
Al-Imam AAdz-Dzahabi berkata, “Al-Hasan adalah seorang pemuda yang tampan, gagah, dan pemberani.”
B.     GURU HASAN AL-BASHRI

·         Utsman bin Affan,
·         Abdullah bin Abbas,
·         Ali bin Abi Talib,
·         Abu Musa Al-Asy'ari
·         Anas bin Malik,
·         Jabir bin Abdullah
·         Abdullah bin Umar.
·         ‘Imran bin Hushain
·         Al-Mughirah bin Syu’bah
·         Abu Bakrah
·         An-Nu’man bin Basyir
·         Ibnu ‘Umar
·         Abdullah bin ‘Amr
·         Abu Hurairah

C.    MURID HASAN AL-BASHRI
·         Humaid ath-Thawil
·         Ayyub as-Sakhtiyani
·         Qotadah
·         Bakr bin Abdullah al-Muzani
·         Sa’ad bin Ibrahim
·         Ibnu ‘Aun
·         Al-Mu’alla bin Ziyad
·         Yunus bin ‘Ubaid
·         Amr ibn Ubaid
·         Wasil ibn Atho’
D.    TEMPAT TINGGAL

Pada usia 14 tahun, Al-Hasan pindah bersama orang tuanya ke kota Basrah, Iraq, dan menetap di sana. Dari sinilah Al-Hasan mulai dikenal dengan sebutan Hasan Al-Basri. Basrah kala itu terkenal sebagai knta ilmu dalam Daulah Islamiyyah. Masjid-masjid yang luas dan cantik dipenuhi halaqah-halaqah ilmu. Para sahabat dan tabi’in banyak yang sering singgah ke kota ini.
Di Basrah, Hasan Al-Basri lebih banyak tinggal di masjid, mengikuti halaqah-nya Ibnu Abbas. Dari beliau, Hasan Al-Basri banyak belajar ilmu tafsir, hadist dan qiro’at. Sedangkan ilmu fiqih, bahasa dan sastra dipelajarinya dari sahabat-sahabat yang lain. Ketekunannya mengejar dan menggali ilmu menjadikan Hasan Al-Basri sangat ‘alim dalam berbagai ilmu. Ia terkenal sebagai seorang faqih yang terpercaya.
Keluasan dan kedalaman ilmunya membuat Hasan Al-Basri banyak didatangi orang yang ingin belajar langsung kepadanya. Nasihat Hasan Al-Basri mampu menggugah hati seseorang, bahkan membuat para pendengarnya mencucurkan air mata. Nama Hasan Al-Basri makin harum dan terkenal, menyebar ke seluruh negeri dan sampai pula ke telinga penguasa.
E.     KELEBIHAN
Setelah al-Hasan tumbuh menjadi seorang pemuda. Allah Subhanahu wa Ta’alakaruniakan kecerdasan kepadanya, maka beliau menimba ilmu kepada para sahabatkibar (senior) seperti Abdullah bin Abbas, Jabir bin Abdillah, Ibnu Umar, Abu Hurairah, dan sejumlah sahabat kibar lainnya radhiallahu ‘anhum. Dengan kemapanan ilmu dan kesungguhan dalam ibadah hal itu semakin menambah keutamaan bagi al-Hasan. Sehingga tidak heran bila Qotadah mengatakan, “Al-Hasan adalah orang yang paling mengetahui tentang halal dan haram.”

Abu Burdah berkata, “Tidaklah aku melihat seorang yang lebih serupa dengan para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dibanding beliau.”

Humaid bin Hilal berkata, “Suatu hari Abu Qotadah berwasiat kepada kami, “Tekunilah Syaikh ini, karena aku tidak melihat seorang yang pendapat-pendapatnya lebih mirip dengan pendapatnya Umar selain beliau.”

Anas bin Malik berkata, “Bertanyalah kalian kepada al-Hasan, karena beliau selalu ingat tatkala kami lupa.”
Allah memberikan karunia umur kepada Hasan al-Basri hingga berusia lebih dari 80 tahun dan telah memenuhi dunia ini dengan ilmu, hikmah dan fiqih. Warisan yang diunggulkannya bagi generasi kini di antaranya adalah kehalusan dan nasihat-nasihatnya yang mampu menyegarkan jiwa  dan mampu menyentuh hati, menjadi petunjuk bagi mereka yang lalai akan hakikat kehidupan dunia serta ihwal manusia dalam menyikapi dunia.

Ibrahim bin Isa al-Yaskuri berkata, “Aku tidak melihat seseorang yang selalu berada dalam kesedihan (takut akhirat ed.) kecuali al-Hasan. Aku tidak melihatnya melainkan seperti seorang yang baru terkena musibah.”

As-Surri bin Yahya berkata, “Adalah al-Hasan selalu berpuasa bidh, puasa pada bulan-bulan haram (mulia), demikian juga puasa Senin dan Kamis.”

Dari Syu’aib ia berkata, “Aku pernah melihat al-Hasan tengah membaca Alquran sedang ia menangis sampai mengalir air matanya membasahi jenggotnya.”
F.      WAFAT
Dari Abdul Wahid bin Maimun maulah Urwah bin Zubair radhiallahu ‘anhu ia berkata, “Datang seorang kepada Ibnu Sirin seraya mengatakan, ‘Aku bermimpi melihat seekor burung mengambil kerikilnya al-Hasan di masjid.’ Lalu Ibnu Sirin berkata, ‘Seandainya yang kamu ucapkan benar maka berarti al-Hasan akan meninggal dunia.’ Tidak berselang lama lalu meninggallah al-Hasan.”

Dari Hisyam bin Hassan, “Kami sedang duduk-duduk bersama Muhammad bin Sirin pada sore hari di hari Kamis. Tiba-tiba datang seorang laki-laki selepas shalat Asar seraya mengabarkan bahwa al-Hasan telah meninggal dunia, maka Muhammad bin Sirin mendoakannya dan sepontan raut mukanya berubah kemudian diam seribu bahasa. Beliau tidak berbicara sampai tenggelam matahari.”

Pada malam Jum’at, di awal Rajab tahun 110H, Hasan Al-Basri memenuhi panggilan Robb-nya. Ia wafat dalam usia 80 tahun. Penduduk Basrah bersedih, hampir seluruhnya mengantarkan jenazah Hasan Al-Basri ke pemakaman. Hari itu di Basrah tidak diselenggarakan sholat Ashar berjamaah, karena kota itu kosong tak berpenghuni.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmati Imam al-Hasan al-Bashri dengan rahmat yang luas dan memasukkan kita semuanya ke surga-Nya yang tinggi yang buah-buahnya begitu dekat untuk diraih. Amin.









Sabtu, 28 Januari 2017

entah.....

dapatkah aku meraih bintang indah di langit...
sedangkan aq hanya menapak kaki di bumi...
dapatkah aq menjadi mawar merekah...
sedangkan aq hanyalah dedaunan yang layu...

dunia ini tempat mencipta mimpi...
tempat mewujudkan...
dan tempat yang penuh kekecewaan...
kecewa karena harapan tak sesuai kenyataan...

bagaikan lingkaran yang tiada ujung...
sejuta khayal banyak yang menghilang bebas...
tapi ada juga sebuah kegemilangan yang sesuai harapan...
itu semua kembali pada upaya...

manusia tak mampu memprediksikan kebenaran  yang akan datang...
ia hanya mampu berencana tanpa sebuah kepastian...
ketika asamu dan realita berbalik arah ...
janganlah kau cemas...janganlah kau putus asa...

ada jalan di balik duka...
ada ujian di balik bahagia....
begitulah hidup...
pahamilah...dan resapi